SUDAH TIBA WAKTUNYA PAHLAWAN MUSLIM YANG AKAN MENYELAMATKAN INDONESIA

14 11 2008

Bulan November merupakan Momentum bersejarah bagi Negara Indonesia pada bulan ini diperingati hari Pahlawan Indonesia, pada tanggal 10 november, dengan sebuah harapan peringatan hari tersebut tidak terjebak dalam acara seremonial belaka, namun kita dapat memgambil sebuah nilai , meneladani ruh semangat juang, kegigihan, kesabaran dan pengorbanan para pahlawan yang telah memberikan pengorbanan terbaik bagi bangsa ini. Sesungguhnya Perjalanan bangsa ini tidak bisa di pisahkan dari Islam dan umat Islam yang merupakan sebuah bagian sejarah yang hendaknya perlu kita pelajari, dikaji lebih dalam dan mengambil sebuah benang merah bahwa sungguh bangsa ini dibangun di atas jejak Islam. yang akan membawa kita merajut masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Kita dapat melihat sejauh mana kontribusi yang telah di berikan oleh pejuang – pejuang kaum muda islam yang telah di tuliskan dengan amalan – amalan terbaik kaum muslimin di Indonesia.

Sejarah Perjuangan Umat Islam

Deliar noer berkata, “nasionalisme Indoesia dimulai sebenarnya dengan nasionalisme Islam”. Katanya lagi, “sesuatu gerakan yang penting di Indonesia mulanya adalah gerakan orang – orang islam. Mereka yang bergerak di bawah panji – panji yang bukan islam kebanyakannya terdiri dari mereka yang telah meniggalkan tempat buaian mereka semula, tempat mereka mula – mula sekali mengecap asam garam pergerakan. Islam meretas kebangkitan bangsa itulah kenyataannya,karena pada rentang waktu 1873 hingga abad 19 umat islam menjadi motor penggerak utama dalam gerakan politik dan militer masih teringat jelas dalam ingatan kita perang yang dilakukan oleh tengku cik di tior, teuke umar dan di teruskan cut Nyak Dhien dengan jihadnya melawan kape – kape (kafir –kafir) belanda yang menyengsarakan umat Islam di aceh.begitu pula yang telah dilakukan oleh pangeran Diponogoro di jawa, memimpin perang jawa yang kebanyakan ikut berperang adalah para ulama dan ustadz dari pelosok desa melawan penindasan kepada kaum tani. Dalam bidang politik dapat kita lihat pada tahun 1905 telah berdiri Sarikat Dagang Islam, yang berubah menjadi pergerakan politik yang bernama Sarekat Islam pada saat tahun 1919 anggotanya sudah mencapai 2juta orang. Menurut H. Agus Salim, Tamar Djaja, Ridwan Saidi, Anwar Harjono, Ahmad Mansyur Suryanegara, dan Adabi Darban yang di tulis dalam majalah sabili (No.9th.XI sejarah emas muslim Indonesia :74) meraka berbata bahwa tanggal berdirinya Sarekat Dagang Islam ini lebih tepat disebut sebagai “Hari Kebangkitan Nasional”, dan bukan tahun 1908 dengan patokan berdirinya Boedi Oetomo. Karena ruang lingkupnya hanyalah Pulau jawa, bahkan hanya Etnis Jawa Priyayi Pada tahun 1908 itu. Sedangkan Sarekat Dagang Islam mempunyai cabang – cabang di seluruh Indonesia. Jadi inilah yang layak di sebut “Nasional”. Bahkan banyak tentang pejuang – pejuang Islam yang di klaim dari kalangan nasrani ini dilakukan oleh orang – orang nasionalis.mereka mengambil contoh pattimura atau Thomas mattulessy. Padahal tulisan tentang Thomas mattulessy hanyalah omong kosong dan isapan jempol dari seorang yang bernama M. Sapija (Agung Pribadi, pattimuta itu muslim taat, 20003 atau Drs. M.Mpit Tawainella, “menjernihkan sejarah Pahlawan pattimura” dalam panji Masyarakat 11 Mei 1984). Tokoh Thomas Mattulessy tak pernah ada. Yang ada adalah Kapiten Ahmad Lussy atau Mat – Lussy, seorang muslim yang memimpin perjuangan rakyta Maluku melawan penjajah Belanda. Seorang R.A Kartini bukanlah seorang yang memperjuangkan emansipasi wanita an sich. Tetapi ia seorang pejuang Islam. Beliau sedang dalam perjalanan menuju islam yang kaffa, ketika ia mencetuskan ide – idenya. R.A Kartini sedang beralih dari kegelapan (jahiliyah) kepada cahaya yang terang(islam) atau minazh ahulumati ilan nuur ( habis gelap terbitlah terang), akan tetapi ia wafat sebelum membaca terjemahan Al – Qur’an selain Juz1 sampai Juz 10. Akibatnya pengaruh teman – temannya yang mayoritas nasrasi dan feminis liberal, bahkan ada yang yahudi masih terlihat jelas.

Perjuangan – perjuangan pemuda Islam bukan hanya sebatas itu saja, setelah pasca proklamsipun masih berkontirbusi, hal ini di dapat di lihat mulainya muncul lembaga mahasiswa HMI (Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia) , PII ( Pelajar Islam Indonesia ) dan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) yang mempunyai peran besar di masa lama dan orde baru, seringkali jika terjadi perubahan – perubahan sosial yang radikal(revolusi) mahasiswa punya peran di dalam perubahan tersebut,tahun 1973 pealajar – pelajar islam yang tergabung dalam PII menguasai gedung DPR – RI pada saat membahas RUU perkawinan yang kontroversial.perjungan mahasiswa islam 10 tahun yang lalu pun tidak lepas dari gerakan – gerakan mahasiswa islam (HMI,PMII,IMM dan pendatanga baru KAMMI (kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang sudah jenuh dengan kediktaktoran dan kedzoliman yang dilakukan pemimpin bangsa ini. Masih banyak lagi sejarah yang di catatan dan di torehkan oleh umat islam dalam membentuk dan memberikan sistem di Negara Indonesia, sehingga islam sudah mengakar di bangsa ini, namun sejarah ini banyak dilukiskan bukan di catat oleh para sejarawan dengan segala kepentingan yang berada di belakang itu semua yang menginginkan umat islam lupa akan kebesaraanya.

Indonesia Masa Depan

Wahai umat islam itulah sedikit yang dapat tersampaikan dalam tulisan ini, masih banyak catatan dan torehan tinta emas yang telah di berikan dan pengorbanaan. Kini Sudah saatnya kita menatap masa depan dan menentukan arah bangsa ini. Sudah saatnya kita baik secara individu atau semua golongan/kelompok untuk memikirkan sebuah arah dan cita – cita yang belum terwujud oleh pengorbanan – pengorbanan para pahlawan kita yang telah hilang di telan bumi, namun semangat juang dan perngorbanan yang telah di berikan kepada bangsa ini jangan pernah pudar dalam ingatan kita, senantiasa menjadi inspirasi bagi pemuda – pemuda penerus perjuangan Islam.

Dalam menatap masa depan ini cukup bagi kita untuk senantiasa mengembangkan kemampuan dan menjadi pakar dalam ilmu yang kita tekuni, harapan terbesar jika salah satu dari kita menjadi pengganti pemimpin – pemimpin negeri ini, semua kaum muda siap dan tanpa ragu untuk menggantikan serta memberikan sebuah ide – ide dan amalan yang nyata untuk membangun negeri tercinta ini.telah di tunggu pahlawan – pahlawan muda islam yang muncul, bukan hal yang mustahil jika kita dapat menjadi seorang pahlawan karena ustdz. Anis mata Lc. Mengatakan dalam bukunya Mencari pahlawan Indonesia , beliau menuliskan bahwa : “Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang di turunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali lagi ke langit. [ahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan – pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis. Mereka tidak harus di catat dalam buku sejarah. Atau dimakamkan di taman makam pahlawan. Mereka juga melakukan kesalahan dan dosa. Mereka bukan malaikat. Merea hanya manusai biasa berusah memaksimlakan seluruh kemampuannya untuk memberikan yang terbaik bagi orang – orang di sekelilingnya. Mereka merakit kerja – kecil menjadi sebuah gunung: karya pahalawan adalah tabungan jiwa dalam masa yang lama.” Orang – orang seperti itulah yang di butuhkan dan menyegerakan untuk keluar menangani masa – masa krisis bangsa Indonesia.Momentum peralihan kepempemimpinan pada tahun 2009 untuk memilih pemimpin berkrepribadian Muslam yang akan menjadi pahlawan untuk menyelamatkan bangsa ini dari segala krisis dan ketertinggalannya. Mulai dari sekang marilah kita rapatkan barisan dan teruslah bergerak kedepan. Wallahu a’lam bis shawab.





KEPEMIMPINAN MUDA DALAM MENYONGOSONG KEBANGKITAN NASIONAL

12 11 2008

Kita telah menjadi saksi perjalanan dan pergerakan sejarah bangsa Indonesia yang menjadi tanah kelahiran kita. Dalam rentang perjalanan yang pernah dilalui dan dijalani oleh bangsa ini yang disebut sebuah kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat hanya pada titik imajinasi dan mimpi yang tak kunjung menjadi kenyataan yang benar – benar hadir di tengah kondisi ketidak pastian bangsa ini. Padahal bukan menjadi rahasia umum bahwa Negara kita kaya akan hasil tambang, tanah pertanian nan subur, sumberdaya alam yang melimpah ruah, namun warga Indonesia yang dapat merasakan kekakayaan negerinya sendiri hanya segelintir orang dan golongan saja,kasus freeport di timika, tambang timah di Bangka,sumber air mata di indramayu, penebangan liar di hutan2 indonesia, penangkapan ikan secara besar – besaran oleh pihak asing di perairan Indonesia, dan berbagai kasus sangat banyak melanda bangsa ini yang menjadi korban adalah rakyat kecil bahkan utang luar negeri yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat dan pembangunan dikorupsi sebesar 30% serta Negara kita tunduk dengak kebijakan Negara yang investor. Hal ini menjadi fakta yang mengakibatkan rakyat kecil menjadi sengsara Karena sebagian pemimpin negeri ini mempersilahkan bangsa asing untuk menjarah kekayaan alam kita, pemimpin kita menutup mata akan tindakan – tindakan yang tidak adil dari bangsa asing terhadap rakyat kecil, menutup telingannya dari keluhan dan jeritan penderitaan rakyat.

Sudah selama 100 tahun bangsa ini mendeklerasikan kebangkitan nasional namun momentum yang tiap tahun di rayakan bangsa ini hanya berujung pada ceremonial belaka, hakikat akan kebangkitan yang telah menajdi spirit yang telah di husung oleh pemuda pendahulu bangsa ini untuk membangun Negara Indonesia menjadi Negara yang bermartabat mengalami disconnecting dengan penerus bangsa ini, keinginan yang mendarah daging dan menggelora untuk membangun, mensejahterakan dan mempersatukan dalam jiwa pendahulu Negara ini kini hampir sirna dan redup diterpa oleh kepentingan – kepentingan nafsu pribadi untuk meraih kekuasaan dan kekayaan, kepentingan asing yang menginginkan Negara ini tetap menjadi daerah kekuasaannya, kita sudah dapat melihat dan menjadi korban sebuah kepemimpinan orde lama dengan meninggikan demokrasinya namun meninggalkan kesejahteraan rakyatnya dan orde baru dengan memberikan kesejahteraan rakyat yang semu namun melupakan keadilan di segala bidang, hal tersebut sudah menjadi fakta catatan suram negeri ini, marilah kita berhenti sejenak untuk mengevaluasi posisi bangsa ini dalam kondisi apa? Sudah saatnya kita belajar dari keterpurukan dan kegagalan segeralah untuk bangkit atau tidak sama sekali.

Negeri ini butuh solusi yang benar – benar akan menyelamatkan bangsa ini dari segala keterpurukan, dan kita yakin harapan itu masih ada, Negara ini butuh sebuah resep yang dapat membunuh dan menyembuhkan penyakit – penyakit yang sedang di derita bangsa ini, kita mebutuhkan manusia – manusia Indonesia yang memberikan diagnose penyakit serta dapat membuat obat – obatan yang di butuhkan solusi bangsa ini, yang menjadi persoalan bangsa ini belum adanya keteladanan dari para pemimpin kita yang akan menjadi idola sehingga kekuatan kesadaran bangsa ini dapat terbangun dari tokoh – tokoh yang diidolakan, layaknya bintang film yang dapat mempengaruhi pola kehidupan para penggemarnya,marilah kita mengajak segenap elemen bangsa ini untuk kemudian mencetak pemimpin yang menjadi idola bagi rakyatnya, sebagai generasi muda yang menjadi tulang punggung perubahan bangsa ini menjadi sebuah keniscayaan inilah profil pemimpin umat yang menjadi idola bagi rakyatnya

Sebagai umat islam yang berada di Indonesai khususnya para pemuda marilah kita coba sejenak menengok keberhasilan dan sejarah yang telah diukir oleh permuda – pemuda islam yang telah melahirkan Negara Indonesia, dari mulainya benih – benih gerakan pemuda yang modern tahun 1908 lahirnya budi utomo, tercetusnya hari sumpah pemuda pada 28 oktober 1928 dilanjutkan dengan pengorbanan yang berlanjut dengan merdekanya bangsa Indonesia, tahun 1966 perlawanan yang di lakukan oleh mahasiswa dalam melawan kediktaktoran rezim pada saat itu, terakhir tahun 1998 yang melahirkan sebuah reformasi bangsa ini dari segala penindasan dan belenggu orde baru, itulah para pemuda yang senantiasa menjadi penggerak, penuh dengan idealisme serta semangat juang yang tinggi, namun akhir – akhir ini perlu banyak koreksi dari berbagai sudut pandang ketika sudah melaksanakan dan memberikan perubahan pemuda senantiasa tidak mendapatkan sebuah kesempatan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dimulainya, orang – orang tua yang mengantri di singgasana pemerintahan baik pusat sampai daerah memanfaatkan momentum itu, sehingga perjuangan para pemuda islam berhenti di tengah jalan, sudah saatnya pada momentum ini di serahkan pada anak – anak muda bangsa ini.

Anak kandung bangsa ini untuk dapat menjadi problem solver serta pemimpin alternative yang akan mempersembahkan karya – karya terbaiknya untuk negeri ini harus mempunyai kualifikasi dan karakter yang kuat, kualifikasi yang hendaknya di milki yaitu; pertama memiliki kedalaman ilmu tentang islam yang akan menjadi penuntun dan pedoman penyelesaian segala permasalahan, kedua memberikan keteladanan moral di tengah – tengah kehidupan di sekitarnya dengan harapan akan menularkan kebaikan disekitarnya,ketiga memahami betul kondisi bangsa ini secara mendetail kekuatan, kelemahan, potensi dan ancaman sehingga dapat memberikan formulasi yang tepat sesuai dengan kondisi ke – Indonesiaan,keempat memiliki wacana keilmuan yang luas dan kepakaran di salah satu bidang yang menjadi kompetensinya, kelima mampu menjadi perekat dan menyatukan berbagai elemen – elemen yang memiliki potensi dalam menyelesaikan permasalah bangsa ini karena untuk di tengah keterpurukan ini butuh kerja sama yang baik dalam menyelesaikan persoalan – persoalan yang dihadapi, sudah saatnya para pemuda islam bangkit, berdiri dan berjalan untuk membenahi diri dalam rangka menjadi kekuatan penopang utama bangsa ini dalam mengurai dan menyelesaikan persoalan bangsa ini.sudah saatnya lahir pemimpin – pemimoin muda yang akan menaikan martabat bangsa Indosia, siapa lagi jika bukan kita yang memulai.Allahu Akbar!!!!





Peran Gerakan Mahasiswa Islam

12 11 2008

Sejenak merenung tentang apa yang telah terjadi di hadapan kita tentang negeri dan umat islam hingga saat ini, tidakkah kita jenuh dengan keadaan keterpurukan di segala lini aspek kehidupan ini, hanya satu yang dapat kita “banggakan”, kita selalu mempunyai prestasi yang menggembirakan sebagai negara terkorup di dunia, akankah berita sehari hari yang sering kita dengar dan lihat tentang pembunuhan, pemperkosaan, kasus kasus amoral, pencurian, dan masih banyak hal tentang kerusakan dan bobroknya negara ini, sampai kita bosan mendengar dan melihatnya. Tidak kah kita mendapat sebuah tamparan kegelisahan untuk dapat bangkit dari keterpurukan kita saat ini. Namun ada sebuah harapan dalam kondisi lemahnya bangsa ini dapat menjadi sebuah kekuatan, seperti yang diungkapkan oleh almarhum Utz. Hasan Al Bana: “Kebangkitan suatu bangsa di dunia selalu bermula dari kelemahan. Sesuatu yang sering membuat orang percaya bahwa kemajuan yang mereka capai kemudian adalah sebentuk kemustahilan. Tapi, di balik anggapan kemustahilan itu, sejarah sesungguhnya telah mengajarkan kepada kita bahwa kesabaran, keteguhan, kearifan, dan ketenangan dalam melangkah telah mengantarkan bangsa-bangsa lemah itu merangkak dari ketidakberdayaan menuju kejayaan.”

Sejarah telah mengajarkan kita tentang perdaban Islam yang telah mengakar dan mendunia di bumi ini, apakah kita melupakan kejayaan Islam yang menaungi dan menegakan keadilan di penjuru 2/3 dunia. Dengan ketaqwaan dan keimananlah kita dapat mencapai hal tersebut.Pokok permasalah dalam dunia Islam Saat ini kita banyak bagian dari umat ini yang sangat terlalu jauh dari Al Qur’an dan sunnah, islam telah mengatur segalanya dari urusan yang terkecil apalagi urusan yang besar, semua sudah jelas hanya tinggal memahami, menyebarkan, mengamalkannya, permasalah utamanya saat ini umat ini belum sadar akan keagungan dan kesempurnaan dienul Islam, perlu gerakan dan pembinaan yang harus di jalankan untuk melawan, menetralisir, menyadarkan umat Islam dari makar makar musuh yang makin bergemuruh, konspirasi yang dirancang sudah ratusan tahun yang silam untuk menghancurkan dan menjauhkan umat ini dari pedoman hidaupnya (Qur’an dan sunah), dunia islam telah memanggil kita untuk menggalang kekuatan melawan itu semua, yang telah menyelewengkan dan menracuni pikiran umat saat ini. Untuk mengajak kembali pada rel pedoman umat Islam. Hal yang kita butuhkan kepribadian dai yang tangguh, dan ingat kita sebagai pemuda islam (terlebih kita yang mahasiswa) ada peran yang seharusnya kita tidak dapat mengatakan tidak pada hal ini yaitu peran sebagai Generasi Penerus, Generasi Pengganti, Generasi Pembaharu (Reformer).

Wahai para pemuda sudah keharusan dan menjadi sebuah kewajiban untuk menjadi pelopor perubahan dan pembaharuan dalam diri kita, keluarga, masyarakat, dan negara ini.

Wahai para mahasisiwa sudah keharusan dan menjadi sebuah kewajiban untuk menjadi pelopor perubahan dan pembaharuan dalam diri kita, keluarga, masyarakat, dan negara ini. Memang tidak dapat di pungkiri bahwa keboborokan dan keterpurukan ini ada pada system yang tidak berpedoman pada Qur;’an dan sunah, tapi dalam konsdisi saat ini hendaknya kita lebih prioritaskan dalam mempersiapkan masyarakat dan diri kita dalam menjadikan Al Qura’an dan sunah sebagai pedoman hidup pribadi, keluarga, masyarakat hingga ketataran negara. Marilah kita mengajak mahasiswa muslim berlomba lomba dalam amal kebaikan yang nyata ( kongret ) menyambut sebuah janji yang telah di janjikan oleh Allah SWT kepada hamba hambanya yang beriman dalam memperjuangkan agamanya (as shaff : 11 13) untuk menghusung perubahan umat in.i. Dengan mengenggam paradigma dalam menjalankan perannya.

Paradigma yang pertama menghusung Gerakan Da’wah Tauhid: Gerakan Da’wah Tauhid adalah gerakan pembebasan manusia dari berbagai bentuk penghambaan terhadap materi, nalar, sesama manusia dan lainnya, serta mengembalikan pada tempat yang sesungguhnya: Allah swt; Gerakan Da’wah Tauhid merupakan gerakan yang menyerukan deklarasi tata peradaban kemanusiaan yang berdasar pada nilai-nilai universal wahyu ketuhanan (Ilahiyyah) yang mewujudkan Islam sebagai rahmat semesta (rahmatan lil ‘alamin); Gerakan Da’wah Tauhid adalah gerakan perjuangan berkelanjutan untuk menegakkan nilai kebaikan universal dan meruntuhkan tirani kemungkaran (amar ma’ruh nahi munkar)

Paradigma kedua menghasung Gerakan Intelektual Profetik : Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang meletakkan keimanan sebagai ruh atas penjelajahan nalar akal ; Gerakan Intelektual Profetik merupakan gerakan yang mengembalikan secara tulus dialektika wacana pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang universal ; Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang mempertemukan nalar akal dan nalar wahyu pada usaha perjuangan perlawanan, pembebasan, pencerahan, dan pemberdayaan manusia secara organik.

Paradigma ketiga menghasung Gerakan Sosial Independen: Gerakan Sosial Independen adalah gerakan kritis yang menyerang sistem peradaban materialistik dan menyerukan peradaban manusia berbasis tauhid; Gerakan Sosial Independen merupakan gerakan kultural yang berdasarkan kesadaran dan kesukarelaan yang berakar pada nurani kerakyatan; Gerakan Sosial Independen merupakan gerakan pembebasan yang tidak memiliki ketergantungan pada hegemoni kekuasaan politik-ekonomi yang membatasi.

Paradigma keempat menghasung Gerakan Politik Ekstraparlementer: Gerakan Politik Ekstraparlementer adalah gerakan perjuangan melawan tirani dan menegakkan demokrasi yang egaliter; Gerakan Politik Ekstraparlementer adalah gerakan sosial kultural dan struktural yang berorientasi pada penguatan rakyat secara sistematis dengan melakukan pemberdayaan institusi-institusi sosial/rakyat dalam mengontrol proses demokrasi formal.

Inilah paradigma gerakan yang akan coba merubah kondisi umat Islam saat ini, peran mahasiswa yang dapat di lakukanya, namun paradijma ini hendaknya dalam menjalankannya tersebut, setiap mahasiswa pastikan berpegang pada prinsip gerakan dalam tiap langkahnya menghasung perubahan masyarkat dan negara ini. Ada enam Prinsip yang harus tertanam dalam menjalankan tiap gerakannya :Kemenangan Islam adalah jiwa perjuangannya; Kebathilan adalah musuh abadinya; Solusi Islam adalah tawaran perjuangannya; Perbaikan adalah tradisi perjuangannya; Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangannya; Persaudaraan adalah watak muamalahnya. Inilah prinsip yang kami tawarkan, hendaknya senantiasa tertanam pada gerakan mahasiswa yang akan menjadi genarsi penerus, pengganti dan pemebaharu. Janganlah berpikir terlalu panjang! Persiapkan dan benahi diri kita! umat sedang menanti kita wahai arrahul jadid fi jasadil ummah ( sebagai ruh baru dalam umat), jika bukan kita siapa lagi! Allahu Akbar. Wallahua’lam Bishowab.








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.